Connect with us

Daerah

Kurang Tenaga Kesehatan, Wabup : Pemkab Telah Siapkan Dana Insentif

Published

on

wakil Bupati Berau, Gamalis saat ditemui awak media usai meninjau Rumah Sakit Darurat Covid-19
Wakil Bupati Berau, Gamalis saat ditemui awak media usai meninjau Rumah Sakit Darurat Covid-19

TANJUNG REDEB – Banyaknya Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19 membuat Kabupaten Berau kini kekurangan tenaga kesehatan. Wakil Bupati Berau, Gamalis angkat bicara mengenai penerimaan Nakes. Ia menuturkan, Pemerintah Daerah (Pemda) telah menyiapkan anggaran bagi Nakes, namun permasalahan yang saat ini dihadapi adalah kurangnya peminat untuk bergabung.

Ia mengungkapkan, dana insentif bagi Nakes telah tersedia dan masuk dalam anggaran penanganan Covid-19 tahun 2021 sebesar Rp 114 miliar. Namun, dari kebutuhan 50 perawat, yang lulus seleksi hanya 20 orang. Menurut Gamalis, sumber daya manusia (SDM) yang kurang, membuat para dokter dan Nakes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, bekerja extra.

“Tenaga kesehatan baik perawat dan dokter itu sudah ada dananya,” jelasnya pada Senin (26/7/2021).

Ia menjelaskan, sumber dana Rp 114 miliar untuk penanganan Covid-19 berasal dari berbagai sumber, salah satunya adalah Dana Bagi Hasil dan Dana Reboisasi (DBH DR), yang bukan berasal dari Provinsi maupun Pusat. Anggaran sebesar Rp 114 miliar tersebut, menurut Gamalis, belum tersalurkan seluruhnya. 

“Masalah realisasi kita masih cek. Salah satunya di Rumah sakit, karena ada kendala,” ucapnya.

Dikatakan Gamalis, dana yang sudah terpakai adalah untuk penyaluran sembako kepada warga dan juga vaksinasi. Meskipun, vaksin tersebut gratis, namun untuk akomodasi seluruhnya ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau.

“Dari Rp 114 miliar itu, sudah terealisasi sebagian, yakni untuk penyaluran sembako, dan vaksin. Itu biayanya dari APBD semua. Memang untuk vaksin gratis, tapi akomodasinya yang ditanggung Berau. Untuk rekapannya, kita belum terima,” jelasnya.

Terkait keterlambatan pembayaran insentif untuk Nakes, ia mengaku hal tersebut disebabkan oleh masalah administrasi, bukan karena tidak ada anggaran. Ia berharap, agar masyarakat Berau yang memiliki keahlian dibidang kesehatan bisa bergabung.

BACA JUGA :  Perayaan HUT Ke-68 Kabupaten Berau dan HUT ke-211 Tanjung Redeb

“Nakes kita harus kerja extra, tangani pasien yang terus mengalami kenaikan,” ujarnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *