Connect with us

Parlementaria

13 Pasien Covid-19 Meninggal Dalam Sehari, Ketua DPRD : Ini Rekor Terbanyak Belum Sebulan Capai 84 Kematian

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi mengungkapkan bahwa, Rabu (28/7) pasien yang meninggal dunia mencapai 13 orang. Dan total pasien meninggal dunia di Berau mencapai 194 kasus. Menurutnya jumlah ini dalam hitungan Case Fatality Rate, skala nasional dan provinsi masih rendah yakni di bawah 3 persen. Namun, dalam hitungan harian, kasus kematian cukup tinggi di Berau.


“Benar ada 13 pasien yang meninggal dunia, tiga diantaranya sedang melakukan isolasi mandiri,” ucapnya Rabu (28/7).


Ia mengungkapkan, faktor penyebab tiga pasien isman tersebut meninggal dunia adalah penuhnya RSUD dr Abdul Rivai. Serta jarak tempuh salah satu pasien. Ia menjelaskan, salah satu pasien isman yang meninggal dunia, adalah warga Biduk-biduk.
“Satu pasien meninggal dunia saat hendak dirujuk. Dan satunya lagi sudah dirujuk, namun begitu sampai, sudah dalam keadaan meninggal. Kita tidak bisa pungkiri. Kondisi di RSUD memang sudah full,” pungkasnya.
Hal ini mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Berau, Madri Pani. Ia mengatakan, kinerja yang ditunjukan Pemkab Berau, Tim Satgas, dan TNI Polri sudah bagus. Hanya saja, saat ini fasilitas yang ada kurang memadai. Salah satunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, yang sudah penuh kapasitasnya.
“Saya dapat informasi, hari ini ada 13 pasien meninggal dunia. Berau sudah semakin darurat,” ujarnya.
Madri mengatakan, ini rekor terbanyak selama pandemi melanda Berau, dalam bulan Juli terdapat 86 pasien meninggal dunia akibat terkonfirmasi Covid-19. Jumlah ini menurutnya sangat banyak. Ia mengatakan, jumlah ini bisa saja terus bertambah, mengingat kasus terkonfirmasi terus meningkat.
“Ini belum sebulan, sudah mencapai 86 kasus,” sambungnya.
Ia mengatakan, pihaknya telah menerapkan kebijakan dari pusat untuk melaksanakan PPKM Level IV. Melakukan penyekatan,serta pemberlakuan jam malam. Madri mengatakan, disisi lain Pemkab Berau, harus sudah mengambil sikap. Apakah membuka tenda darurat, untuk menampung pasien isolasi mandiri. Sehingga bila terjadi sesuatu bisa segera tertangani.
“Dirikan posko, ini untuk mempermudah dokter melakukan kontrol. Begitu juga dengan Nakes lainnya,” katanya.
Ia menuturkan, dengan adanya posko, dapur umum, serta tersedianya Nakes dilokasi tersebut, akan memudahkan warga untuk dilakukan pemantauan. Para Nakes juga tidak perlu berkeliling untuk melakukan satu persatu ke rumah warga yang melakukan isolasi mandiri.
“Maksud saya, dijadikan satu lokasi, jadi enak pemantauannya,” ujar Politikus Partai NasDem ini.

BACA JUGA :  Bupati Berau Masih Pertimbangkan Pembelajaran Tatap Muka

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *