Connect with us

Nasional

Memasuki Musim Kemarau, Lahan 3 Hektar terbakar

Published

on

Petugas Pemadam dari BPBD melakukan proses pemadaman pada lahan yang terbakar di Kecamatan Teluk Bayur (Sumber : Istimewa /BPBD Berau)
Petugas Pemadam dari BPBD melakukan proses pemadaman pada lahan yang terbakar di Kecamatan Teluk Bayur (Sumber : Istimewa /BPBD Berau)

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau akan memasuki puncak musim panas yakni pada Bulan Agustus hingga September mendatang. Sehingga akan menyebabkan kenaikan suhu mencapai 35 derajat celcius dan memungkinkan tingginya potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) . Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Meteorologi, Kimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, Tekad Sumardi pada Jumat (30/7/2021).

Ia menuturkan, puncak musim panas berpengaruh pada kekeringan lahan. Sumber air yang terserap, membuat tanaman menjadi kering. Sehingga menyebabkan hutan dan lahan sangat sensitif untuk terbakar.

“Bukan tidak mungkin, seluruh lahan berpotensi terbakar. Untuk Berau, ada lima titik api yang terpantau yakni di Biatan, Gunung Tabur, Segah dua lokasi dan Teluk Bayur,” bebernya.

Ia mengingatkan kepada warga, apabila membuka lahan agar tidak melakukan pembakaran. Agar tidak terjadi Karhutla dan meluas. Hal ini bisa diperparah dengan kondisi musim kemarau saat ini.

“Semua berkemungkinan. Jika hendak buka lahan sebaiknya dengan cara tradisional saja,” sambungnya.

Sementara itu, Menurut Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik, BPBD Berau, Azkar telah terjadi kebakaran lahan di Berau, tepatnya di Kampung Labanan Makmur, dan Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur pada Kamis (29/7/2021) sekira pukul 14.00 Wita. Mendapat informasi tersebut, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau melakukan pemadaman.

“Kami menurunkan empat unit truk serta satu unit mobil pemadam kebakaran dari perusahaan sawit dilokasi terdekat. Areanya cukup luas. Dua lokasi ini kurang lebih 3 Hektar yang terbakar,” bebernya.

Ia melanjutkan, lahan yang terbakar adalah lahan gambut, sehingga api dengan cepat membesar. Pihaknya bersama dengan personil TNI Polri melakukan pemotongan dan penyiraman agar api tidak menyebar kemana-mana.

BACA JUGA :  Segah Telah Siapkan Isoter Dengan Kapasitas Hingga 70 Bed

“Kami khawatirkan akan muncul kembali titik api,” ujarnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *