Connect with us

Daerah

Pasien Anak Mayoritas Berasal Dari Klaster Keluarga, Dinkes Himbau Orangtua Waspada

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi saat ditemui di ruangannya
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi saat ditemui di ruangannya

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Penularan Covid-19 ke pasien anak mayoritas berasal dari klaster keluarga. Untuk mengantisipasi agar anak tidak terpapar Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menghimbau kepada orangtua agar selalu waspada jika merasakan gejala maka segera melakukan tes atau menjaga jarak dengan keluarga.

Dikatakan Iswahyudi, pasien Covid-19 yang telah dan sedang menjalani perawatan untuk usia dibawah 18 tahun lebih dari 100 pasien. Sedangkan untuk anak SD di bawah 12 tahun masih sedikit yang terpapar.

“Datanya ada, tapi belum kelar memilah. Kita belum bisa memperkirakan berapa persennya. Karena masih pendataan. Anak di atas 15 tahun itu yang bengal, sedang mencari jati diri,” bebernya Rabu (4/8/2021).

Ia melanjutkan, untuk bisa mengantisipasi anak-anak agar tidak tertular maka apabila orangtua sakit, agar cepat sadar dan pakai masker. Menjauh dari anak. Jangan sampai orangtua yang sakit tapi tidak perduli. Suatu saat jika makin parah, kemudian tes dan positif, sang anak sudah terlanjur kena.

“Jangan selalu berpikiran lain. Misalnya dia batuk pilek, jangan beranggapan tidak apa-apa. Karena takut dibilang Covid, tetap saja dekat anak dan cium anak.Tapi pada saat flu, sebaiknya langsung pakai masker,” sambungnya.

Menurutnya, dari segi kesehatan anak-anak tidak rentan terkena. Justru orang dewasa yang banyak beraktivitas diluar rumah yang lebih rentan. Tingkat keparahan anak-anak itu ringan, karena memiliki imun yang tinggi, tapi tidak menutup kemungkinan ada gejala berat.

“Karena anak-anak tidak memiliki pikiran macam-macam. Itu yang membuat imunnya tinggi. Sedangkan kita yang dewasa, begitu ken sudah kepikiran macam-macam,” tuturnya.

Ia menambahkan, terkait dengan vaksinasi untuk anak. Pihaknya belum menerima arahan untuk memberi vaksin kepada anak yang berusia dibawah 12 tahun. Tetapi vaksin anak diatas 12 tahun saat ini sudah berjalan.

BACA JUGA :  Serbuan Vaksinasi Tingkatkan Kuota Vaksin

“Karena vaksinya belum ada. Kami lebih selektif dalam memilih, misal ada anak yang sekolah atau masuk pesantren itu yang kami dulukan. Jumlahnya baru 24 anak berusia 12-17 tahun yang kami vaksin. Pada dasarnya sudah boleh. Untuk di bawah 12 tahun belum ada instruksi,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *