Connect with us

Daerah

Nakes Perlahan Beralih Menggunakan Gown

Published

on

Nakes yang bertugas merawat pasien Covid-19 dengan menggunakan baju hazmat lengkap sebagai alat pelindung diri
Nakes yang bertugas merawat pasien Covid-19 dengan menggunakan baju hazmat lengkap sebagai alat pelindung diri


MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Untuk mencegah penularan Covid-19, Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kabupaten Berau masih menggunakan baju hazmat sebagai Alat Pelindung Diri (APD) Utama. Kendati terdapat anjuran bahwa nakes hanya perlu menggunakan gown atau gaun lengan panjang saat merawat pasien.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Nurmin Baso menjelaskan, hal tersebut masih menjadi antisipasi Nakes, agar tidak banyak lagi yang terpapar atau positif Covid-19. Kendati, aturan dari Kementerian kesehatan menyatakan penggunaan APD berupa baju hazmat tak lagi digunakan saat merawat pasien rumah sakit.

“Iya kami juga sudah mengetahui aturan itu. Tapi para nakes masih menggunakan APD level 4 untuk menangani pasien,” bebernya kepada KoranKaltim Jumat (13/8/2021).
Ia juga mengungkapkan, bahwa stok hazmat masih tersedia banyak di rumah sakit. Penggunaan tersebut juga berlaku di Rumah Sakit Darurat (RSD) eks hotel cantika swara. Menurutnya, jika harus meggunakan gown, pihak rumah sakit terkendala tenaga dan daya tampung laundry.
“Sebab, sifat dari gown itu sendiri, harus digunakan dalam beberapa kali dan tidak sekali pakai. Jadi untuk tenaga laundry kami memang tidak memiliki cukup tenaga dalam membantu penggunaan gown,” jelasnya.

Namun, ia mengaku pihaknya berencana akan mengadakan penambahan gown lantaran stok juga harus ditambah, dan dipakai bergantian.
“Kalau menggunakan APD Hazmat kan jauh lebih praktis, hanya sekali pakai dan tidak memikirkan untuk laundrynya lagi,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, pihaknya juga memiliki alasan lainnya untuk tetap menggunakan baju hazmat, yakni adanya kecurigaan Covid-19 varian Delta yang masuk ke Berau. Walaupun belum ada pernyataan resmi. Nurmin mengakui, gejala pasien banyak yang menunjukkan menyerupai Covid-19 varian Delta.

BACA JUGA :  Pasien Anak Mayoritas Berasal Dari Klaster Keluarga, Dinkes Himbau Orangtua Waspada

Kecurigaan itu, yang cukup menjadi antisipasi oleh pihaknya untuk masih menggunakan APD lengkap dan level tertinggi.
“Kami ada wacana juga untuk penggunaan di daerah UGD untuk menggunakan gown. Kalau untuk ruang isolasi masih tetap menggunakan APD lengkap,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *