Connect with us

Hiburan

5 Rekomendasi Film Spesial Kemerdekaan

Published

on

Instragram.com/mpvpictures_id
Instragram.com/mpvpictures_id

MEDIAONLINE.ID, – Tepat hari ini tanggal 17 Agustus 2021 Indonesia merayakan hari jadi yang ke 76 Tahun, tidak terlalu banyak perayaan yang hadir dalam dua tahun terakhir dikarena pandemi masih menyelimuti, sehingga kegiatan antar masyarakat sangat terbatas. Begitupun upacara yang dilakukan melalui virtual ataupun dengan kemeriahan beragam aneka twibon yang hilir mudik diberbagai sosial media, namun ada berbagai cara dalam mengisi hari libur kemerdekaan dalam masa PPKM Level 4 yang telah diperpanjang hingga tanggal 23 Agustus 2021 ini, salah satunya adalah dengan menonton film yang bertemakan kemerdekaan untuk mengingatkan kita kembali sebuah perjuangan para pahlawan terdahulu untuk memerdekaan negara kita tercinta diatas penjajahan yang dialami ratusan tahun. Berikut beberapa rekomendasi film yang menarik buat kalian:

Merah Putih

Dilansir dalam Wikipedia, Film merah merupakan film drama historis Indonesia yang diliris tahun 2009, Film yang dibintangi antara lain oleh Lukman Sardi, Donny Alamsyah, Darius Sinathrya, Zumi Zola, Teuku Rifnu, Rudy Worwor dan Astri Nurdin, Latar cerita film ini diambil berdasarkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947 saat terjadinya peristiwa Agresi Militer Belanda I ke jantung pemerintahan Republik Indonesia di Jawa Tengah. Cerita Merah Putih berputar di sekawanan karakter fiktif yang menjalin persahabatan sebagai kadet dan selamat dari pembantaian oleh tentara Belanda. Mereka kemudian berperang sebagai tentara gerilya di pedalaman dengan diwarnai konflik karena perbedaan sifat, status sosial, etnis, budaya, dan agama.

Ir. Soekarno

Sebuah mahakarya untuk Indonesia persembahan sutradara Hanung Bramantyo dan produser Raam Punjabi. Kerjasama antara MVP Pictures, Dapur Film serta Mahaka Pictures yang liris tahun 2013. Di perankan oleh Ario Bayu sebagai Ir. Soekarno, Lukman Sardi sebagai Mohammad Hatta, Tika Bravani sebagai Fatmawati dan Maudy Koesnaedi sebagai Inggit Ganarsih. Film ini menceritakan perjalanan hidup sang bapak Proklamator dimulai dari masa remaja, kehidupan rumah tangga hingga bagaimana menciptakan strategi serta perjuangannya untuk sebuah kemerdekaan.

BACA JUGA :  Hari Jadi Pramuka Kabupaten Berau ke 60

Jendral Soedirman

Film yang liris tahun 2015 ini diperankan oleh Adipati Dolken, Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Baim Wong, dan Nugie, sebuah film biopik tentang bagaimana perjuangan Sang Jendral. Adapun plot yang dilansir dalam imdb.com berikut ini, Belanda menyatakan secara sepihak bahwa mereka tidak lagi terikat dengan Perjanjian Renville, dan menghentikan gencatan senjata. Pada tanggal 19 Desember 1948, Panglima Angkatan Darat Jenderal Spoor Noord Simons memimpin agresi militer II untuk menyerang Yogyakarta, ibu kota Republik Indonesia saat itu. Belanda menangkap Soekarno-Hatta dan mengasingkannya ke pulau Bangka. Jenderal Soedirman yang menderita TBC memimpin perang gerilya selama tujuh bulan melawan Belanda. Sedangkan Belanda menyatakan bahwa Indonesia sudah tidak ada lagi. Dari dalam belantara, Soedirman menyiarkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia masih ada dan tetap kokoh, dan mereka akan memperjuangkan kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia. Soedirman mengubah Jawa menjadi zona perang gerilya, dan perlahan-lahan menghancurkan logistik Belanda satu per satu. Tentara Belanda menderita karena taktik gerilya yang terampil oleh Soedirman, dan akhirnya dikalahkan. Dengan persatuan TNI dan rakyat, Soedirman memenangkan perang. Pada akhir agresi militer, perjanjian Roem-Royen ditandatangani, dan Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

Rumah Maida

Film yang masuk dalam 12 Nominasi Piala Citra yang diliris tahun 2009, rilis tidak hanya sekala nasional tetapi juga internasional dengan judul Maida’s House ini diperankan oleh Atiqah Hasiholan, Yama Carlos dan Davina Veronica. Sinopsis yang ditulis dalam website kinersya.com Ruma Maida adalah film yang mengusung tema sejarah. Ruma Maida bercerita tentang seorang mahasiswi idealis bernama Maida (Atiqah Hasiholan), yang mendirikan sebuah sekolah non formal bagi anak jalanan. Sekolah yang didirikannya menempati sebuah gedung tua peninggalan Belanda dan Jepang. Suatu hari, datang seorang arsitek muda bernama Sakera (Yama Carlos) yang memberitahukan bahwa gedung tersebut adalah milik seorang pengusaha sukses, dan ia ingin membangun perumahan mewah di tempat tersebut. Pengusaha tersebut bernama Dasaad Muchlisin (Frans Tumbuan). Sejak saat itu dimulailah perjuangan Maida untuk menyelamatkan sekolahnya demi masa depan anak-anak jalanan yang disayanginya. Namun, tanpa disangka, perjuangannya justru membawa dia kepada jejak masa lalu dari gedung tua tersebut. Maida kemudian memutuskan untuk mengikuti jejak-jejak sejarah tersebut, dan mengetahui bahwa gedung tersebut adalah peninggalan dari Ishak Pahing (Nino Fernandez), seorang pemimpin orkes sumpah pemuda. Kemudian, satu persatu kehidupan di sekitarnya terangkai menjadi satu oleh seutas benang merah yang ditemukannya.

BACA JUGA :  Sudah Siap Liburan Ke Derawan?

Naga bonar

Dikutip dalam Wikipedia.org Naga Bonar adalah film komedi situasi tahun 1987 dari Indonesia yang mengambil latar peristiwa perang kemerdekaan Indonesia ketika sedang melawan kedatangan pasukan Kerajaan Belanda pasca kemerdekaan Indonesia di daerah Sumatra Utara. Naga Bonar (Deddy Mizwar) adalah seorang pencopet di Medan yang sering keluar-masuk penjara Jepang, ia bersahabat dengan seorang pemuda bernama Bujang (Afrizal Anoda). Sepulang dari penjara, Bang Pohan (Piet Pagau) mengatakan tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia yang sudah diproklamasikan di Jakarta, dan di Medan yang belum sempat dimerdekakan harus memperangi Belanda yang sudah memasuki wilayah Indonesia dengan maksud untuk berkuasa lagi. Lewat narator radio, diceritakan penolong Naga Bonar ketika sakit, Dokter Zulbi yang merupakan teman Bang Pohan diperkirakan sebagai mata-mata Belanda yang ternyata itu hanya isu. Naga Bonarpun menjadi tentara garis depan dalam perlawanan terhadap Belanda. Setelah beberapa perlawanan yang sengit, Naga Bonar dititahkan dari markas untuk mundur karena perundingan dengan Belanda mau dilaksanakan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *