Connect with us

Daerah

BPBD Jadwalkan Patroli Terpadu Cegah Karhutla

Published

on

BPBD Jadwalkan Patroli Terpadu Cegah Karhutla
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Berau, Thamrin

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terpantau sebanyak 13 titik api muncul di Kabupaten Berau, Kecamatan Segah merupakan kecamatan yang terdapat paling banyak titik api, yakni berjumlah delapan titik. Sedangkan sisanya menyebar di Kecamatan Sambaliung, Tabalar, Talisayan dan Gunung Tabur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Berau, Thamrin mengatakan, titik api terpantau, namun karena curah hujan cukup tinggi, sebaran api tidak meluas.

“Bukan hutan tapi lahan,” jelasnya pada Minggu (22/8/2021)

Thamrin melanjutkan, pada 25 Agustus mendatang, pihaknya bersama dengan TNI-Polri dan relawan api akan melakukan patroli terpadu di kecamatan yang ada di Berau. Dalam patroli tersebut, selain bertugas melakukan pemadaman api, juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tata cara membuka lahan tanpa harus dibakar.

“Ada 11 kecamatan, kecuali Maratua dan Tanjung Redeb,” tegasnya.

Ia menuturkan, untuk segi peralatan, diakuinya telah mencukupi, baik untuk pemadaman hutan dan lahan maupun perumahan. Ia mengatakan, untuk personil memang masih kurang, tapi bukan menjadi kendala.

“Misal di Kecamatan Talisayan, tidak mampu memadamkan kobaran api, kami di pusat akan turun membantu,” ucapnya.

Ia mengatakan, hampir seluruh kecamatan telah memiliki posko Karhutla, hanya di Talisayan dan Tabalar yang belum memiliki, namun ia mengatakan tahun ini akan dilakukan lelang untuk pembuatan posko.

“Alat sudah ada di Talisayan termasuk mobil. Bisa dibackup dari Batu Putih, disana ada empat mobil,” sabungnya.

Selain itu, ia mengatakan di Kecamatan Bidukbiduk pun telah ada posko Karhutla yang siap membantu. Diakuinya, lokasi rawan Karhutla ada di Kecamatan Segah, Kelay, Derawan, Gunung Tabur dan Sambaliung.

“Iya lokasi itu yang rawan Karhutla,” singkatnya.

BACA JUGA :  Kasus Kematian Covid-19 Kebanyakan Lantaran Faktor Terlambat Dirujuk

Ia menambahkan, sejak awal 2021, hingga Agustus, lahan yang terbakar mencapai 40 hektare (Ha). Namun ia menegaskan, untuk hutan belum ada laporan terbakar. Hanya lahan saja.

“Untuk hutan belum ada,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *