Connect with us

Parlementaria

Dinilai Tumpang Tindih, DPRD Minta Program Sigap Dihentikan

Published

on

Launching Program Sigap Sejahtera oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih beberapa waktu lalu
Launching Program Sigap Sejahtera oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih beberapa waktu lalu

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Program Sigap Sejahtera dinilai tupoksinya tidak jauh berbeda dari program pendampingan desa dari Kemetrian, sehingga program tersebuttidak efektif jika terus dilaksanakan. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Komisi II, DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo.
Ia menuturkan, program Sigap dianggap kurang dibutuhkan di Berau, sehingga ia meminta program tersebut dihentikan. Karena, sudah ada yang bisa menghandle dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Saya rasa ini akan membenani keuangan daerah,” ujarnya, Rabu (25/8/2021).

Menurutnya, keuangan daerah yang digunakan untuk program Sigap Sejahtera bisa digunakan untuk program lain yang bermanfaat dan tidak terkesan tumpang tindih. “Kan bisa saja untuk yang lainnya,” ujar Politisi NasDem ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Berau, Madri Pani mengatakan, alangkah baiknya program Sigap tersebut dihentikan. Sementara dana yang dianggarkan, dapat diefektifkan ke penanganan COVID-19 di Kabupaten Berau. Hal itu diakuinya cukup mendasar, pasalnya, saat ini penanganan COVID-19 memerlukan cukup banyak anggaran. Seperti tempat konsumsi, tempat tinggal nakes atau penanganannya.

“Bukan berarti kami menantang kebijakannya. Jika tidak ada dalam undang-undang desa terkait program itu, mengapa harus dipaksakan. Saya kira penanganan COVID-19 ini saya kira jauh lebih baik, daripada melanjutkan program itu. kan pendamping desa juga sudah ada,” katanya.

Menurutnya, boleh saja kalau pemerintah mempunyai program. Tapi jangan menggunakan APBD, apalagi saat ini kondisi Berau sedang kesulitan anggaran dalam penanganan COVID-19.

“Sementara itu, menggunakan dana CSR dari pihak ke tiga juga tidak boleh. Karena dana itu untuk kepentingan orang banyak, bukan membiayai per individu. Berbeda, jika dananya diluar dari CSR,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, tidak ada yang salah dengan program Sigap. Sejauh ini, kontribusi pejuang sigap hampir di semua kampung dan kecamatan di Berau cukup bagus, meskipun ada beberapa evaluasi.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Berau Tinjau SKD PPPK

“Ini adalah salah satu dari 18 program unggulan kami, dan ini tetap akan berlanjut,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, program sigap merupakan program pemerintah sebelumnya. karena program tersebut dinilai baik dan berdampak pada pembangunan kampung, maka di pemintahan baru program itu dilanjutkan kembali.

“Sesuatu yang baik mengapa harus dihentikan. Saya kira itu program yang sangat bagus, dan kami hanya melanjutkan,” jelasnya.
Diterangkannya, jika ada menganggap program tersebut tumpang tindih dengan program pendamping desa, terutama dari kementerian, hal itu tidak benar

“Tidak ada tumpang tindih. Semua berjalan dengan tupoksinya masing-masing,” jelasnya.

Sementara, adanya sejumlah pemerintah kampung yang sempat menolak program sigap. Menurut Gamalis, hal itu hanya segelintir saja, dan sudah diselesaikan. Bahkan, sudah bekerjasama dilapangan dalam membangun kampung menjadi lebih baik lagi.

“Saya kira penolakan itu hanya masalah internal saja. dan itu juga sudah selesai. Tidak ada yang salah dengan program ini,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *