Connect with us

Daerah

Pemkab Berau Jamin Pendidikan Anak Korban Covid-19

Published

on

Anak yang menjadi yatim piatu akibat Covid-19 di Kampung Ampen Medang Kecamatan Talisayan
Anak yang menjadi yatim piatu akibat Covid-19 di Kampung Ampen Medang Kecamatan Talisayan

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menjamin kehidupan dan pendidikan anak yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu akibat Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih pada Kamis (2/9/2021).

Orang nomor satu di Kabupaten Berau ini menuturkan, untuk keberlangsungan pendidikan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan memberikan beasiswa hingga ke perguruan tinggi. Ia mengatakan, meskipun baru mendengar satu keluarga yang menjadi yatim piatu. Namun, jika ada laporan masuk lagi kepada dirinya, pihaknya akan melakukan tindakan yang sama.

“Beasiswa akan diberikan kepada anak yang kurang mampu, apalagi orangtuanya meninggal karena covid-19,” tuturnya.

Ia melanjutkan, terkait dengan program beasiswa pendidikan sudah diatur oleh Dinas Pendidikan Berau. “Untuk beasiswa kalau tidak salah SD 1,5 juta, smp 2 juta dan SMA 2,5 juta, ini sudah ada di zaman bupati sebelumnya. Ini program lanjutan,” sambungnya.

Ia mengaku, baru satu keluarga yang beranggotakan 8 anak menjadi yatim piatu akibat kedua orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19. Ia mengaku sudah menghubungi Dinas Sosial untuk melakukan pendataan dan membangun komunikasi dengan keluarga korban.

“Anak ini akan menjadi tanggungan Pemkab Berau, baik pendidikan maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Disinggung mengenai, pengangguran akibat diberhentikan kerja karena pandemi Covid-19 ini. Sri mengatakan, Pemkab Berau minta dengan tegas, agar karyawan tidak diberhentikan bagi karyawan yang terpapar Covid-19.

“Kami mewajibkan kepada perusahaan yang memiliki CSR, agar perduli terhadap masyarakat yang terdampak PPKM,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Berau, Totoh Hermanto mengatakan, hingga saat ini terdapat sebanyak 256 anak yang orangtuanya meninggal akibat pandemi Covid-19. Namun ia mengatakan, data tersebut, merupakan data mentah dan belum diverifikasi.

BACA JUGA :  2020 Targetkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

“Masih data sementara,” ujarnya.

Ia mengatakan, dari jumlah tersebut, terdapat juga yang berusia di atas 18 tahun. Setelah data pastinya terverifikasi, pihaknya akan menyerahkan data tersebut kepada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Data tersebut dari 13 kecamatan, bisa berkurang dan bertambah, kan belum matang datangnya,” pungkasnya.