Connect with us

Daerah

Hoax Turut Menjadi Faktor Banyak Pasien Meninggal Dunia Saat Isoman

Published

on

Pemakaman pasien Covid-19
Pemakaman pasien Covid-19

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Kasus kematian pasien Covid-19 yang sedang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) di Kabupaten Berau dinilai cukup tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Dokter jaga ruang isolasi RSUD dr Abdul Rivai, Yushelly Dinda Pratiwi pada Jumat (3/9/2021).

Ia mengatakan, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah beredarnya berita hoax, jika masuk ke rumah sakit akan dicovidkan. Ia mengaku kasus pasien isoman yang meninggal memang cukup mengganggu

“Penyebabnya adalah mereka psikis mereka ditabrak, takut dicovidkan. Mereka belum tahu perawatan mereka di RSUD gimana,” tuturnya.

Ia melanjutkan, selain itu penyakit penyerta atau komorbid juga sangat berpengaruh pada pasien, terlebih rata-rata pasien yang meninggal dunia usianya sudah lansia. Ia mengatakan, saat ini pasien isoman juga dibantu dengan antivirus, untuk memperkuat imun.

“Stres juga sangat berpengaruh besar. Karena orang stres itu jarang makan, jadi imun menurun,” sambungnya.

Ia menghimbau kepada para pasien isoman agar jangan mudah percaya kabar yang beredar. Ia meminta masyarakat mencari informasi yang akurat. Baca literatul yang jelas.

“Intinya jangan stres, jangan mudah percaya omongan orang yang mengatakan covid-19 itu ini lah itu lah, tanyakan langsung kepada dokter atau perawat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat mengatakan, hingga Kamis (2/9/2021) pasien isolasi mandiri yang meninggal dunia mencapai 28 orang. 14 pasien berasal dari empat kecamatan kota, sedangkan di Kecamatan Talisayan 3 orang, Batu Putih 3 orang, Bidukbiduk 5 0rang dan Tabalar 3 orang.

“Total sudah 28 orang,” ujarnya.

Ia melanjutkan, penyebab tingginya pasien isoman yang meninggal dunia di empat kecamatan kota, bukan karena terlambat ditangani oleh pihak medis. Melainkan, para pasien biasanya tidak merasakan keluhan apapun.

BACA JUGA :  Pembahasan Agenda KUA dan PPAS APBD Perubahan Anggaran 2021

“Kita banyak sharing juga dengan para dokter dan perawat di RSUD,” katanya.

Nofian menambahkan, untuk pasien isoman yang meninggal dunia di luar empat kecamatan terdekat, karena memang jarak tempuh yang cukup jauh. Pihaknya memberikan kebijakan bagi pasien Covid-19 yang meninggal dunia akibat Covid-19 yang lokasinya jauh, untuk bisa dimakamkan di kampung tersebut. Dengan sistem, jauh dari sumber air warga dan perumahan warga, minimal 500 meter dari rumah warga.

“Bisa, sudah ada beberapa pasien yang dimakamkan di kampung masing-masing. Tapi tetap prokes,” pungkasnya.