Connect with us

Hiburan

Joy Of Missing Out (JOMO) – Seni Menikmati Diri Menjauh Dari Sosial Media

Published

on

Canva.com/Nurichfanioktoria

Berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk berselancar sosial media dalam sehari? Mungkin niatnya hanya lima sampai sepuluh menit, namun tanpa disadari satu hingga dua jam berlalu hanya untuk scroll sosial media yang mungkin sebelumnya kamu telah memiliki plan melakukan hal yang lain yang jauh lebih bermanfaat. Joy of missing out alias JOMO adalah menikmati apa yang saat ini dilakukan dan memiliki kepuasan serta kebahagian tersendiri pada aktivitasnya yang nyata bukan pada layar sosial media atau melihat apa yang dilakukan orang lain, JOMO kebalikan dari dari FOMO – Fear Of Missing Out kekhawatiran untuk ketinggalan trend dalam sosial media.

Menjadi JOMO merupakan hal yang baik karena sebagai bentuk kepedulian atas dirimu sendiri, Dikutip dalam website Julieleonardcoaching.com ada tiga alasan yang tepat untuk kamu memilih menjadi JOMO, antara lain ;

  1. Media sosial – FOMO secara khusus terkait dengan membandingkan diri kita dengan orang lain di media sosial dan merasa bahwa kita ketinggalan.
  2. Kesepian vs Kesendirian – ada perbedaan antara memilih untuk menghabiskan waktu sendirian dan merasa kesepian. Ketika kita merasa kesepian, kita cenderung membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain.
  3. Kecemasan / harga diri rendah / kebahagiaan eksternal bukan kebahagiaan internal – ketika kita memiliki tingkat harga diri yang rendah, mengalami kecemasan atau mencari kebahagiaan secara eksternal, maka kita dapat merasakan bahwa orang lain lebih bahagia dan hidupnya lebih terarah.

Jika salah satu dari ketiga diatas telah kamu rasakan, memilih menjadi JOMO bukanlah hal yang menakutkan tapi bisa menjadi self healing yang tepat karena kamu akan menemukan kesimbangan dan kebahagian bagi dirimu sendiri. Lantas hal apa saja yang perlu dilakukan untuk menerapakannya, Simak beberapa tips berikut ini :

  1. Diet Digital yaitu membatasi konsumsi berbagai konten yang memang tidak memiliki banyak manfaat untuk itu pilihlah informasi yang berkualitas yang dapat menambah insight positif. Serta memiliki batasan untuk spend time dengan teknologi.
  2. Puasa Sosial Media jika ini merupakan hal berat, kamu bisa mulai dengan mengatur pengingat harian dalam sosial mediamu misalnya, hanya tiga puluh menit dalam sehari kemudian lima belas menit dan seterusnya, hingga benar-benar kamu bisa lepas dari sosial media. Tidak lupa tentukan batas waktu kapan kamu berhenti dari puasa sosial media lalu lakukan evaluasi, apakah kamu merasa jauh lebih Bahagia?. Dengan hal ini kamu bisa mengurangi diri untuk terus membandingkan diri kamu dengan kehidupan orang lain yang terlihat dalam sosial media.
  3. Fokus pada aktivitas produktif dan hal yang menyenangkan bagi kamu. Membaca buku, memasak, berolahraga, bermain bersama hewan peliharaan ataupun luangin waktu buat merefleksikan diri kamu dalam ketenangan. Saran dari Julieleonardcoaching.com luangkan waktu secara sadar untuk memutuskan apa yang penting bagi kamu dan kebahagiaan kamu dan bagaimana kamu ingin menghabiskan waktumu. Kegiatan atau acara apa yang sesuai dengan tujuan atau prioritas kamu? Apakah kamu mendapat manfaat dari waktu sendirian atau istirahat?
  4. Membangun hubungan kembali dengan seseorang dalam dunia nyata. Begitu banyak komunikasi dan hubungan kita terjadi secara online, dan saatnya untuk meluangkan waktu sekedar bertemu untuk berbagi cerita sesungguhnya. Atau melakukan aktivitas bersama dengan keluarga yang mungkin sebelumnya terlalu asyik dengan gawai masing-masing, saat ini mulailah membuat aktivitas rutin dirumah untuk membangun kehangatan dalam keluarga.
BACA JUGA :  Some By Mi AHA BHA PHA Miracle Starter Kit Rekomendasi Skincare Bagi Pemula