Connect with us

Bisnis & Ekonomi

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Melalui Desa Wisma

Published

on

Kelompok Desawisma Kampung Labanan Makmur
Kelompok Desawisma Kampung Labanan Makmur

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Dasa Wisma Kampung Labanan Makmur Terus Melangkah kepada penguatan Kapasitas dan Managemen kelola Kelompok, yang sebelumnya hanya berupa kegiatan rutinan ibu-ibu di lingkungan RT sebagai wahana mengisi waktu dan juga silaturahmi serta gotong royong, kini telah beranjak menjadi penambah pendapatan dan penghasilan, Hal tersebut diungkapkan Kepala Kampung Labanan Makmur Kecamatan Teluk Bayur, Mupid Datusahlan, saat dikonfirmasi awak media ini, Senin (6/9/2021)

Dijelaskannya, saat ini bersama warganya, pihaknya terus berupaya membuat aneka tanaman sayur mayur dan juga mengembangkan bidang perikanan untuk memaksimalkan pendapatan kelompok Desa Wisma.

“Sementara sebagian air kolam yang mengandung sisa makanan ikan juga kami manfaatkan untuk menyiram tanaman sebagai penyubur tanaman sayur mayur yg ada,” ungkapnya.

Pihaknya akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung Labanan Makmur bukan hanya disektor Pertanian dan Perkebunan, melainkan seluruh sektor seperti Perikanan, maupun Parawansa.

“Jadi yang kami maksud berletak di  RT 9, JL. Semangka Kampung Labanan Makmur, dengan kelompok desa Wisma kelompok Aster, yang terus menggenjot produksi sayur mayurnya hingga saat ini,” Jelasnya.

Sementara itu, turut dijelaskannya, untuk Desa Wisma kelompok Kamboja, yang terletak di Rt 10, JL. Manalagi juga sedang melakukan upaya penataan anggota dan perbaikan tata kelola kelompok, untuk kemudian juga berupaya menggenjot kegiatan kelompoknya di bidang Pertanian maupun Perikanan.

Ketua TP PKK kampung Labanan Makmur Lia Mardiati, membenarkan hal tersebut, dirinya turut mengapresiasi dan ikut membanggakan semangat ibu-ibu dasawisma binaannya.

“Memang tidak mudah memupuk semangat dan menyakinkan bahwa usaha tak pernah menghianati hasil, sehingga yang selama ini sudah berhasil mengembangkan bisa menjadi contoh dan sekaligus tempat belajar dan bertukar pengalaman dalam pengembangan ketahanan pangan melalui dasawisma,” Singkatnya. (*AAK)

BACA JUGA :  Vaksin Bagi Ibu Hamil Belum Dapat Dilakukan, Total 30 Meninggal Dunia

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *