Connect with us

Politik & Hukum

Oknum Guru SD Diciduk Polisi Akibat Edarkan Sabu

Published

on

Pelaku RD beserta barang bukti yang diamankan pihak kepolisian (Sumber : istimewa/Polsek Biduk-biduk)
Pelaku RD beserta barang bukti yang diamankan pihak kepolisian (Sumber : istimewa/Polsek Biduk-biduk)

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – RD (44) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas menjadi guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau, harus mendekam dibalik jeruji besi akibat mengedarkan sabu-sabu. Hal ini menambah panjang daftar penyalahgunaan narkoba di lingkungan PNS.

Kapolsek Biduk-biduk, Iptu Didin Nurdin menuturkan, kronologis bermula ketika personel Polsubsektor Batu Putih mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku RD yang berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah dasar di Kampung Lobang Kelatak, Kecamatan Batu Putih, dicurigai mengedarkan sabu-sabu.

“Personil kemudian dengan cepat melakukan penyelidikan dan meringkus pelaku. Saat menggeledah tempat tinggal pelaku, pada pukul 17.00 wita, ditemukan 10 poket yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dalam berbagai takaran. Pelaku kemudian segera kita tangkap dan bawa ke Polsek Biduk-Biduk,” jelasnya Selasa (7/9/2021).

Iptu Didin melanjutkan, selain 10 poket sabu seberat 1,76 gram yang disimpan pelaku di dalam tas, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp 1,6 juta yang diakui pelaku merupakan hasil penjualan sebelumnya, serta dua unit handphone.

“termasuk tas serta barang-barang lainnya yang ditemukan di dalam tas tersebut juga kita amankan,” sambungnya.

Perwira berpangkat balok dua di pundak ini menjelaskan, berdasarkan pengakuan pelaku, RD belum lama ini beraksi, yakni selama satu bulan. Dengan modal awal sekitar Rp 3 juta, RD mendapat 2 gram sabu dari seorang bandar di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Namun, pelaku mengatakan tidak pernah bertemu dengan bandar tersebut. Transaksi hanya melalui perantara. Meski begitu, transaksi terus dilakukan oleh RD dan bandarnya.

“Transaksi sebelumnya melalui seorang perantara, untuk pembayarannya melalui transfer bank. Sementara lokasi pertemuan antara pelaku dan perantara dilakukan di berbagai tempat. Salah satunya di Tanjung Redeb,” tutur Didin.

BACA JUGA :  300 Warga Binaan Rutan Tanjung Redeb Terima Vaksin Tahap Pertama

Ia menambahkan, pihaknya pun masih melakukan pengembangan untuk meringkus bandar tersebut. Ia mengatakan, pelaku dikenakan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Saat ini kita masih lakukan pengembangan. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *