Connect with us

Daerah

Penerbangan Bertambah Ditengah PPKM

Published

on

Aktivitas keberangkatan penumpang di Bandara Kalimarau
Aktivitas keberangkatan penumpang di Bandara Kalimarau

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) dan Badan Layanan Umum (BLU) kelas 1 Kalimarau, Bambang Hartato mengaku, kondisi penerbangan beranjak pulih setelah melewati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV. Yang mulanya hanya melayani satu penerbangan, kini telah bertambah menjadi dua penerbangan dalam sehari.

Dikatakan Bambang, beberapa aturan yang diterapkan pada PPKM Level IV masih tergolong baru bagi masyarakat Bumi Batiwakkal, sehingga animo masyarakat untuk melakukan perjalanan menurun.

“Sekarang sudah cukup lumayan membaik. Ada penerbangan rute Berau – Balikpapan dan Berau direct Surabaya yang dibuka oleh Lion Group,” tuturnya Rabu (8/9/2021).

Ia mengungkapkan, pada keadaan yang normal, beberapa maskapai lain aktif beroprasi di Bandara Kalimarau. Namun, karena melihat peluang dan pasar ditengah pandemi yang jauh menurun, membuat maskapai tersebut menarik armada mereka dari Berau.

“Sebelum Covid-19 kan biasanya ada Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Batik Air dan Susui Air. Dalam waktu dekat Susi Air rencananya mau aktif kembali, tetapi masih dikaji oleh pihak mereka,” ucapnya.

Ia melanjutkan, dirinya belum bisa mengatakan berapa jumlah penumpang perharinya di penerapan PPKM Level 3. Namun, ia mengaku telah mengalami penambahan jumlah penumpang sejak PPKM Level IV berakhir yang memiliki rata-rata penumpang berjumlah 100-150 per harinya. Adanya penambahan slot penerbangan pun, diakui Bambang sesuai dengan pasar yang tersedia. Serta masyarakat jauh lebih fleksibel dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Kalau aturan kami masih mengacu dengan penggunaan kartu vaksin, minimal suntikan dosis pertama dan penggunaan PCR, sejauh ini belum berubah,” sambungnya.

Menurutnya, dengan masih diterapkannya aturan penggunaan vaksinasi dan tes PCR bukan untuk memberatkan masyarakat, tetepi pemerintah melakukan pengkajian yang matang untuk terus menekan penyebaran virus Covid-19.

BACA JUGA :  63 ASN Mengikuti PKA

“Saya rasa dengan adanya aturan yang berlaku, tentu sudah melalui pertimbangan lain-lain dari pemerintah. Tidak ada aturan yang berujung tidak baik ya,” bebernya.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya dibantu oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan proses screening dokumen kesehatan penumpang sebelum keberangkatan.

“Tidak ada aturan yang kami ubah, mutlak mengikuti pemerintah untuk operasional kami,” pungkasnya.