Connect with us

Politik & Hukum

Antisipasi Kebakaran, Ini Yang Dilakukan Rutan Kelas II B Tanjung Redeb

Published

on

Petugas Rutan Kelas II B Tanjung Redeb melakukan pengecekan listrik bersama PLN
Petugas Rutan Kelas II B Tanjung Redeb melakukan pengecekan listrik bersama PLN

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Pengecekan instalasi listrik dilakukan di Rutan Kelas II B Tanjung Redeb, hal itu merupakan arahan langsung dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk mengantisipasi terjadinya korsleting listrik di dalam lingkungan Rutan yang menyebabkan terjadinya bencana kebakaran.

Kepala Rutan Kelas II B Tanjung Redeb, Puang Dirham menuturkan, dirinya telah memberikan edukasi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tentang bahayanya listrik agar kedepan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di dalam Rutan Tanjung Redeb.

“Kami bekerja untuk warga binaan, tentunya juga bertanggungjawab atas keselamatan mereka pula,” tuturnya pada Kamis (9/9/2021).

Ia mengaku mendapat arahan untuk melakukan pengecekan jaringan listrik, mengingat Rutan Kelas II B Tanjung Redeb berdiri pada tahun 1995 silam, sehingga tidak lagi digolongkan sebagai bangunan baru, maka diperlukan pengecekan dan peremajaan beberapa fasilitas yang ada termasuk jaringan listrik.

“Arahan dikhususkan bagi UPT Pemasyarakatan yang sudah lama dibangun. Mengingat sejak awal berdiri belum pernah dilakukan pengecekan kembali maupun peremajaan, sehingga kita melakukan pengecekan bersama PLN,” jelasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan, memang ditemukan beberapa titik yang harus diperbaiki dan dipasang Miniature Circuit Breaker (MCB) agar jika terjadi korsleting, maka dapat terlokalisasi dan tidak menyebar ke jaringan lainnya.

“Diharapkan pula juga menghindari terjadinya kebakaran,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga selalu melakukan kontrol dan razia didalam blok tahanan untuk menghindari tindakan pelanggaran yang dilakukan warga binaan yang dapat berpotensi mendatangkan musibah maupun hal berbahaya lainnya di dalam hunian.

“Maka dari itu tugas kami untuk menertibkan hal yang berpotensi berbahaya,” tegasnya.

Puang menyebut kapasitas Rutan Kelas II B Tanjung Redeb hanya mampu menampung sebanyak 195 warga binaan, namun saat ini warga binaan yang berada di dalam Rutan berjumlah 698 orang.

BACA JUGA :  BPBD Akan Verifikasi Penerima Bantuan Covid-19 Asal Perusahaan

“Memang seluruh Indonesia over kapasitas,” singkatnya.

Ia menambahkan, membina warga binaan bukan hanya tugas dari lembaga pemasyarakatan, tetapi juga menjadi tugas dari pemerintah daerah, dan diperlukan perhatian dari lembaga penegak hukum lainnya. Karena memang di Rutan Tanjung Redeb ini sudah over kapasitas dan tempatnya pun kecil.

“Jadi jika kita menganggap pembinaan ini merupakan tugas bersama, maka akan ada kerjasama antar instansi yang terkait,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *