Connect with us

Nasional

Manfaat Kartu Tani

Published

on

Manfaat Kartu Tani
Salah seorang petani di Berau, Laruddin sedang menunjukan kartu tani yang baru ia terima

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Kartu petani diharapkan menjadi solusi pemerataan pupuk subsidi di Kabupaten Berau. Namun penyaluran baru sekitar 30 persen, hal tersebut diungkapkan oleh Kasi Pupuk, Pestisida dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, Bambang Sujatmiko saat dikonfirmasi pada Kamis (9/9/2021).

Bambang menuturkan, Kartu Tani merupakan alat transaksi berupa kartu debit yang dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. Kartu Tani dapat digunakan untuk memonitor penyaluran pupuk bersubsidi yang anggarannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Secara Umum Kartu Tani adalah merupakan alat untuk membantu petani dalam menjalankan kegiatannya, seperti untuk mendapatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), penyediaan pupuk, hingga pengumpulan hasil panen.

“Sementara itu, untuk saat ini kuota pupuk subsidi di 2021 meningkat sekiranya lebih dari 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan itu berasal dari usulan di RDKK. Seperti jenis Urea sebesar 2.150 ton, NPK sebesar 3.260 ton. ZA sebesar 120 ton, SP-36 sebesar 106 ton dan organik sebesar 3.364 ton,” jelasnya.

Ia melanjutkan, kuota terbanyak akan disalurkan ke Kecamatan Talisayan dan Teluk Bayur. Ia mengatakan, beberapa waktu lalu, datang sekira 2 ribu kartu tani di Talisayan. Baru dikoordinasikan dengan salah satu bank dan korlapnya. Diakui Bambang, untuk penyaluran kartu pihaknya terkendalanya di pembatasan berkumpul karena sedang berada dalam masa PPKM.

“Kita tidak bisa banyak-banyak kumpulkan orang,” singkatnya.
Kartu Tani ini sendiri, bertujuan untuk penebusan pupuk subsidi, kalau ada bantuan dari pemerintah pusat kartu itu bisa digunakan. Misal, kelompok tani A mendapatkan bantuan dana melalui rekening itu, jadi kartu beserta rekeningnya itu. Jadi untuk dana pribadi bisa. Bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga bisa.

BACA JUGA :  Amankan Sindikat Sabu Pesisir Berau

“Kartu tani ini yang bukakan rekening dari pusat. Jadi kartunya dan rekeningnya ada. Tapi saldonya tidak ada. Yang ada kuota pupuk, dalam setahun mereka itu habis berapa kuintal, ada semua datanya disitu,” bebernya.

Ia menjelaskan, untuk Berau, ada dua Kecamatan yang tidak mendapat Kartu Tani, yakni Maratua dan Biduk-biduk. Ia mengatakan, hal ini sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK). Jadi totalnya harus 10 ribu. Tapi saat ini baru 3 ribu. Dijelaskannya, memang ada kendala yang ditemui, salah satunya yakni area blank spot. Namun, saat ini dalam progress perbaikan. Dan juga bagi petani yang belum memiliki Kartu Tani, bisa menggunakan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Memang arahan dari pusat untuk pupuk subsidi ini, penebusannya pakai kartu Tani,” katanya.

Dijelaskannya, untuk penggunaan Kartu Tani di Berau memang belum maksimal. Bahkan, belum terpakai di Bumi Batiwakkal. Ia mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak bank untuk melakukan simulasi penggunaan Kartu Tani. Tapi ada kendala, yakni Electronic Data Capture (EDC) nya di Bank yang telah ditunjuk. Sehingga tidak ada simulasinya jadi hanya bisa cek harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) nya. Ia mengatakan, pihaknya masih mengupayakan agar EDC tersebut bisa segera tersedia.

“Ya tujuan adanya Kartu Tani ini, agar penyelewangan pupuk bisa dihindari, dan setiap tahun terdata,” ucap Bambang.

Sementara itu, salah seorang petani yang menerima kartu tani, Laruddin menuturkan dengan adanya program kartu tani dapat membantu para petani sebab memberikan harga yang lebih murah sehingga dapat menekan ongkos produksi.

“Kalau pake kartu tani bisa mendapat harga pupuk lebih murah, biasanya kita beli seharga Rp 130 ribu per kilogram, tapi nantinya bisa mendapatkan harga Rp 115 ribu per kilogram,” tuturnya.

BACA JUGA :  Full Match | Bulu Tangkis Tunggal Putra | Final - Kevin Cordon (Guatemala) vs Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia)

Ia mengaku, kendala yang saat ini kerap dihadapi adalah ketersediaan pupuk subsidi yang masih terbatas. “Kadang pagi datang, malamnya sudah habis, kalau pupuk non subsidi kita petani kecil butuh berfikir dua kali karena harga yang lebih mahal,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *