Connect with us

Daerah

Terpaksa Masuk Ruang Isolasi Karena Dalam Masa Menyusui

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi saat ditemui awak media beberapa waktu lalu
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Iswahyudi saat ditemui awak media beberapa waktu lalu

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Covid-19 kerap menimbulkan dilema yang harus dihadapi saat para tenaga kesehatan melakukan penanganan, seperti yang disebutkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau, Iswahyudi bahwa pihaknya beberapa kali menemui kasus orangtua yang positif Covid-19 tetapi anaknya tidak, namun dalam kondisi masih menyusui.

Iswahyudi menuturkan, dalam kondisi tersebut dengan terpaksa sang anak juga harus ikut masuk kedalam ruang isolasi di rumah sakit. Mengingat Covid-19 merupakan virus yang mudah menular sehingga butuh penanganan lebih agar si anak tidak tertular.

“Khawatir karena sang anak berpotensi tertular, tetapi tidak bisa dipisahkan dari sang ibu karena masih dalam masa menyusui,” jelasnya Senin (13/9/2021).

Ia melanjutkan, pihaknya memberikan edukasi kepada orangtua tentang bagaimana merawat anak di dalam ruang isolasi. Kemudian anak tersebut akan dilakukan pengecekan secara rutin agar perawat tahu kondisi terkini dari si anak.

“Tapi alhamdullilah tidak ada penularan karena orangtuanya sudah paham,” sambungnya.

Dikatakan Iswahyudi, karena penyebaran covid-19 bukan dari Air Susu Ibu (ASI), tetapi dari saluran pernapasan, sehingga pihaknya terus mengingatkan agar jangan sampai membuka masker saat dekat dengan anak. Karenanya, ada beberapa cara untuk meminimalkan penularan. Jika terpaksa harus menyusui langsung, maka wajib menggunakan masker.

“Sedangkan jika memungkinkan, memberikan ASI perah akan lebih dianjurkan,” tutur Iswahyudi.

Menurutnya yang justru bisa ditransmisikan melalui ASI adalah antibodi yang merupakan salah satu komponen kekebalan tubuh. Antibodi terbentuk ketika seseorang terinfeksi.

“Ibu sakit, kan dalam tubuhnya selain ada kuman sebenarnya badannya juga transfer untuk memproduksi antibodi. Biasanya ASI itu justru bisa saja mengandung antibodi terhadap virusnya itu. ASI pada saat meski ibunya dalam posisi terpapar Covid-19 masih boleh diberikan,” jelasnya.

Dengan alasan itu pula, rekomendasi yang berlaku saat ini telah memperbolehkan ibu menyusui untuk mendapat vaksin Covid-19. Ia mengaku tidak banyak kasus ibu menyusui yang membawa anaknya ke ruang isolasi, selama ini hanya beberapa kasus saja yang dihadapi.

BACA JUGA :  Bupati Resmikan Lab PCR RSUD Abdul Rivai

“Seingat saya tidak sampai lima kasus yang seperti itu,” pungkasnya.