Connect with us

Politik & Hukum

Polres Berau Lakukan Pemusnahan Knalpot Brong

Published

on

Proses pemusnahan knalpot brong di halaman Mapolres berau
Proses pemusnahan knalpot brong di halaman Mapolres berau

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Knalpot brong hasil sitaan Polres Berau terhadap pengendara dimusnahkan pada Selasa (14/9/2021), dengan disaksikan oleh Pengadilan Negeri Berau dan Kejaksaan Negeri Tanjung Redeb.

Kapolres Berau, AKBP Anggoro Wicaksono menuturkan, sebanyak 300 knalpot yang tidak memenuhi standar dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan gergaji mesin dan dilindas dengan alat berat. Ia mengungkapkan sedikitnya ada 320 tilang yang diberikan kepada pengendara dalam kurun waktu 4 bulan. Diantaranya, 20 tilang akibat balapan liar dan 300 tilang akibat menggunakan knalpot tidak standar. Dengan 20 kendaraan yang disita petugas berupa 8 unit kendaraan roda empat dan 12 unit roda dua.

“Jenis pelanggarannya berupa balapan liar dan menggunakan knalpot racing atau brong,” tuturnya.

Ia melanjutkan, para pelanggar balap liar ditindak berdasarkan Pasal 297 Junto Pasal 115 huruf b tentang berbalapan dengan kendaraan lain di jalan. Sementara pemilik knalpot brong ditindak berdasarkan Pasal 285 ayat (1) junto Pasal 106 ayat (3) dan Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) tentang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, salah satunya adalah knalpot.

“Penindakan itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” ujarnya.

Dengan adanya pemusnahan knalpot brong ini, perwira berpangkat melati dua di pundak tersebut berupaya untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar sadar dan tertib dalam berlalu lintas.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak balapan liar dan menggunakan knalpot yang tidak standar,” sambungnya.

teknis penindakan yang dilakukan diantaranya berupa hunting sistem, yakni patroli gabungan antara Satlantas dengan Satsabhara, untuk penindakan pelanggaran lalu lintas berupa balap liar dan knalpot brong. Dari sistem tersebutlah, pelaku balap liar atau pelanggar knalpot non standar diberikan sanksi tilang. Sementara kendaraannya disita untuk selanjutnya diproses persidangan, setelah putusan para pelanggar membayar denda tilang sebelum kendaraannya bisa diambil kembali.

BACA JUGA :  Pelaku Curanmor Berhasil Diringkus Polres Berau

“Kita juga menerapkan sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), dengan integrasi kamera dan data base kendaraan yang dimiliki oleh Korlantas Polri. Sehingga, didapat data identitas kendaraan yang melanggar,” jelasnya.

Ia mengatakan, penindakan tegas terhadap pelanggar lalu lintas terus dilakukan oleh jajarannya. Kapolres menyebut, sepanjang Juli hingga September 2021, terdapat ratusan pengendara dikenakan tilang lantaran melanggar lalu lintas atau kendaraannya tidak memenuhi standar.

“Jenis pelanggarannya berupa balapan liar dan menggunakan knalpot racing atau brong,” pungkasnya.