Connect with us

Daerah

Cegah Pemilih Diluar DPT, KPU Berau Laksanakan Pencocokan DPT

Published

on

Rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan KPU Berau
Rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan KPU Berau

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, pada Kamis (16/9/2021) melakukan pencocokan data pemilih berkelanjutan. Tujuannya diadakan pencocokan data ini, untuk mencegah adanya pemilih di luar Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua KPU Berau, Budi Haryanto usai acara menuturkan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, sesuai dengan UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Ia mengatakan, pihaknya harus melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan. Dijelaskan Budi, jika selama ini data itu di ambil dari Kementerian Dalam Negeri yakni Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4). Dan saat ini pihak KPU Berau akan melengkapi dengan data pemutakhiran, apakan ada penambahan atau pengurangan.

“Saat ini DPT ada 159 ribu, kemudian pada Agustus 2021, ada peningkatan menjadi 164 ribuan orang, nah itu memang kebanyakan dari pemilih pemula yang mencapai usia 17 tahun,” ujarnya kepada media ini.

Ia melanjutkan, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu, memang ada warga yang tidak terdaftar, tetapi tetap mencoblos menggunakan kartu tanda penduduk (KTP). Disisi lain, ia menjelaskan, ada temuan, warga yang masuk DPT tapi sudah meninggal dunia.

“Setelah kita koordinasikan dengan Disdukcapil ada 300 lebih warga yang meninggal dunia,” paparnya.

Ia menjelaskan, kenapa warga yang sudah meninggal dunia, tapi masih masuk dalam DPT. Hal ini dikarenakan, tidak adanya data berupa akta kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau. Ia mengaku, dari KPU sendiri tidak bisa mengeluarkan nama yang sudah masuk dalam DPT. Meskipun yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Harus dibuktikan dengan akta kematian.

“Kita koordinasi dengan Disdukcapil, dan juga Dinas Kesehatan. Karena data kematian akibat COvid-19, itu ada disana. Pasti akan berubah datanya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Terkait Pasien Isoman Diusir Dari Indekos, Wabup Berau Angkat Bicara

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, untuk 2024 mendatang, warga yang sudah meninggal namun tetap ada di DPT, akan dihapus namanya, dan akan digantikan oleh pemilih pemula.

Terkait dengan pencocokan data, Budi menjelaskan, KPU setiap bulan melakukan pleno, untuk terus mengupdate data terbaru warga yang berusia 17 tahun, ataupun TNI Polri yang sudah pension. Disisi lain, Budi menjelaskan, untuk koordinasi dengan Dinkes dan Disdukcapil, dilakukan per-tiga bulan sekali. Dan untuk ke provinsi dilakukan dalam kurun waktu enam bulan sekali.

“TNI-POLRI jika ada yang pesiun kan maka yang bersangkutan menerima kembali hak pilihnya, dan yang baru masuk akan kehilangan hak pilihnya,” tuturnya.

Budi mengatakan, pemutakhiran data berkelanjutan sudah berjalan 6 bulan ini. Dan akan terus berlangsung hingga penetapan DPT di tahun 2021 mendatang. Ia berharap saat penetapan DPT nanti yang digunakan adalah pemutakhiran berkelanjutan, bukan lagi menggunakan DP4. “Mudah-mudahan usulan kita bisa dikabulkan untuk menggunakan darta pemutakhiran berkelanjutan. Karena itu data terbaru,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *