Connect with us

Daerah

Dinas Pangan Akui Kualitas Beras Berau Masih Kalah Saing Dari Beras Luar Daerah

Published

on

Kepala Bidang Ketersediaan dan Rawan Pangan Dinas Pangan Kabupaten Berau, Edi Mustafa saat ditemui awak media
Kepala Bidang Ketersediaan dan Rawan Pangan Dinas Pangan Kabupaten Berau, Edi Mustafa saat ditemui awak media

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Kualitas beras produksi Kabupaten Berau dinilai masih dibawah dari kualitas beras asal luar daerah. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Rawan Pangan Dinas Pangan Kabupaten Berau, Edi Mustafa saat ditemui awak media di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Edi menuturkan, kalahnya mutu dan kualitas beras lokal Kabupaten Berau disebabkan oleh masa panen yang terlalu singkat. Menurutnya, produk beras petani ini masih sulit untuk masuk pasar, karena kalah bersaing dari segi mutu yang masih rendah.

“Baru awal memasuki musim panen, petani kita langsung memanen padinya, kalau seperti di jawa misalkan itu masih menunggu hingga benar-benar siap,” jelas Edi.

Menurutnya, kurangnya sumber daya manusia untuk melakukan perawatan dan kepemilikan lahan yang luas dan dikelola secara perorangan menjadi penyebab utama padi harus segera dipanen. Karena jika tidak cepat panen, padi akan segera diserang hama seperti burung, tikus dan hama yang lainnya.

“Disini kan satu orang bisa mengelola paling sedikit 2 hektar jadi perawatan dan perhatian akan sawah di berau sedikit kurang dibandingkan dengan yang di luar,” tuturnya.

Dikatakan Edi, sementara ini Dinas Pangan membantu untuk menampung dan memasarkan hasil panen petani ke masyarakat Bumi Batiwakkal. Ia mengaku, banyak warung dan toko sembako di wilayah Berau membeli produk lokal tersebut, sebab beras lokal ini memiliki penggemarnya tersendiri bagi masyarakat berau.

Ia menambahkan, karena beras lokal ini tidak memakai pengawet, maka kekurangan lain yang dimiliki beras petani lokal ini adalah lebih cepat rusak jika dibandingkan dengan beras pabrikan. Namun, diakuinya masih banyak masyarakat yang mencari beras ini.

“Ditambah kalau masa panen dari beras gunung yang terkenal dengan harumnya yang wangi berjenis mayas, walaupun harganya sedikit lebih mahal, tetapi masih ada peminatnya,”pungkasnya.

BACA JUGA :  Bupati Sampaikan Perkembangan Berau ke KSP

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *