Connect with us

Daerah

Vaksin Wajib Memiliki NIK, Pengurusan Data Kependudukan Meningkat

Published

on

Kantor Disdukcapil Kabupaten Berau
Kantor Disdukcapil Kabupaten Berau

MEDIAONLINE.ID, TANJUNG REDEB – Hingga kini Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya meminimalisir penyebaran Covid-19, selain dengan langkah memperketat Protokol Kesehatan (Prokes) di seluruh tempat pelayanan umum maupun publik, melalui program percepatan vaksinisasi juga diharapkan mampu memperkecil resiko penyebaran covid 19 di masyarakat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, David Pramudji, saat dikonfirmasi awak media ini menyebut adanya kebijakan vaksinisasi yang mewajibkan masyarakat menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga terjadi peningkatan jumlah kepengurusan Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Berau.

“Jadi selain pembuatan NIK baru, yang cukup meningkat ini banyaknya kepengurusan NIK yang bermasalah,” ujarnya.

Pihaknya banyak mendapatkan laporan di masyarakat mengenai NIK yang tidak dapat digunakan untuk vaksin lantaran tidak terbaca di sistem yang ada, menurutnya hal tersebut terjadi lantaran banyak kemudian masyarakat yang tidak memperbarui kembali NIK lantaran adanya perubahan status.

“Misalnya ada yang sudah pindah tempat, ada yang sudah berubah status perkawinan, dan lain sebagainya, itu mereka tidak perbarui sehingga jelas tidak terbaca di sistem yang dimiliki Kementerian sendiri,” ungkapnya.

Selain itu persoalan lainnya turut diungkapkannya, sebelum Dinas Kesehatan Kabupaten Berau bekerjasama dengan Kementerian Catatan Sipil dalam proses validasi data NIK Masyarakat untuk melakukan vaksinasi, banyak kemudian masyarakat yang mengeluhkan data NIK mereka ternyata sudah dipergunakan untuk vaksin oleh orang lain.

“Karena sebelum kerjasama itu, tidak ada alat untuk mem validasi data Jadi yang yang datang vaksin di awal itu bisa saja menyerahkan data NIK orang lain, namun menggunakan nama yang dia punya,” jelasnya.

“Namun itu semua sudah diatasi, pada intinya setiap persoalan mengenai data kependudukan akan kami selesaikan, dan kami terus mengupayakan membantu masyarakat melengkapi dokumen NIK mereka, agar mereka juga bisa menerima vaksin,” sambungnya.

Selain itu turut dikatakannya, selain peningkatan pengurusan NIK untuk keperluan vaksinisasi, juga terjadi peningkatan lantaran beberapa siswa yang hendak berkuliah di luar daerah turut mengurus dokumen kependudukannya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat bagi yang tidak dapat melaksanakan vaksin lantaran bermasalah di dokumen NIK nya, agar dapat mengurusnya, karena berbagai kemudahan kami tawarkan dalam proses kepengurusan dokumen, masyarakat bisa mengurusnya langsung melalui online di aplikasi milik Disdukcapil Berau, bukan hanya kepengurusan NIK melainkan ke pengurusan dokumen lainnya dapat dilakukan di aplikasi tersebut,” pungkasnya (*AAK)