Cucu Suhendar: Apresiasi, Saran dan Kritik kepada Bupati Rudi Gunawan sebagai Bentuk Perhatian, Kepedulian dan Kecintaan Kepada Pemimpin dan Masyarakat Garut

Berita Utama60 Dilihat
banner 468x60

GARUT – Jumat, 10 November 2023. Dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Garut dengan agenda Pandangan Umum Fraksi – Fraksi terhadap Rancangan Perda APBD Kabupaten Garut Tahun Anggaran 2024 dan Rancangan Perda Perubahan atas Perda kabupaten Garut nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Garut serta pendapat Bupati terhadap rancangan Perda Inisiatif DPRD tentang Raperda Pasar rakyat, toko swalayan dan Pusat Perbelanjaan serta Raperda Kesejahteraan Sosial.

Pada kesempatan paripurna ini, Cucu Suhendar, S.Pd.,M.AP bertindak selaku juru bicara yang membacakan pandangan umum fraksi partai Demokrat.

banner 336x280

Berdasarkan pantauan redaksi, Cucu Suhendar mengawali pandangan umumnya dengan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Rudi Gunawan dan wakilnya Helmi Budiman yang telah mengabdi memimpin kabupaten Garut selama 1 dekade atau 2 periode memimpin pemerintahan di kabupaten Garut.

Cucu menyebutkan selama ini dia dan fraksi partai Demokrat telah banyak memberikan saran maupun kritik yang sifatnya membangun kepada Bupati dan wakil bupati.

“Sejatinya pandangan umum kali ini adalah pandangan umum fraksi terakhir pada masa kepemimpinan 1 dekade Bapak Bupati Rudi Gunawan dan Bapak wakil bupati Helmi Budiman. Selama kurun waktu tersebut telah banyak yang kami sampaikan baik apresiasi maupun kritikan yang sifatnya membangun untuk kemajuan masyarakat Garut yang sama-sama kita cintai. Jikapun selama ini ada perbedaan pandangan antar eksekutif dan kami di DPRD kab. Garut, itu semata kami lakukan sebagai bentuk perhatian, kepedulian dan kecintaan kami kepada pemimpinnya, sekaligus rakyatnya sesuai dengan kewenangan dan tupoksi yang ada pada kami. Jangan pernah perbedaan pandangan dimaknai sebagai sesuatu yang negatif, pro kontra yang mungkin akan selalu ada di manapun kita berada. Kami faham kita semua tidak akan bisa memuaskan semua pihak. Namun satu hal yang harus jadi pegangan kita, bahwa kita semua hadir bisa duduk disini mengemban amanah dari mereka, 2,8 juta masyarakat Garut yang telah memilih kita, yang ingin nasibnya diperjuangkan untuk kondisi yang semakin baik. Kami berharap perbedaan pandangan yang ada justru akan menambah khazanah pertimbangan tambahan sehingga kebijakan yang akan diambil akan semakin baik, semakin pro terhadap mereka, Masyarakat Garut.” Ungkap Cucu.

Dalam pandangan umum fraksi Demokrat kali ini lebih banyak menyoroti kondisi permasalahan aktual yang seharusnya solusinya terjawab melalui apbd 2024, baik mengenai masalah sosial, ekonomi, yang dihadapi masyarakat Garut, kesemrawutan PKL dan pasar maupun kondisi BUMD milik Pemda Garut, dan hal lainnya, menjelang kepemimpinan Rudi Gunawan – Helmi Budiman selesai bulan depan pada akhir Desember 2023 nanti.

Lebih lanjut sebagaimana dipaparkan Cucu bahwa dalam hal penyusunan APBD, setiap tahun DPRD Garut selalu disuguhi dengan postur anggaran yang selalu disajikan defisit, walaupun pada akhirnya bisa diseimbangkan. Namun dari sana bisa dilihat bahwa dari tahun ke tahun pemerintahan kabupaten Garut memiliki permasalahan klasik yang semuanya sudah pada tahu, yakni rendahnya penerimaan pendapatan asli Daerah.

Fraksi Demokrat selama ini selalu berupaya mendorong adanya upaya peningkatan PAD dengan menyampaikan kemungkinan kebijakan yang bisa menjadi solusi atas hal tersebut, baik yang berkenaan dengan perlunya peningkatan kinerja pegawai di SKPD penghasil PAD, perlunya dukungan anggaran yang memadai, pemanfaatan potensi pajak, retribusi maupun pendapatan yang dipisahkan yang masih bisa diambil. Namun sayang, selama kurun waktu 4 tahun terakhir, belum ditemukan perubahan yang signifikan.

Perolehan PAD masih dikisaran antara 400-500 milyaran rupiah. Sangat kontras jika dibandingkan dengan kebutuhan belanja kita sampai akhir tahun yang bisa menyentuh pada angka 5 triliun rupiah. ( Abo )

banner 336x280