Pembangunan SPAM PT Ayudia Putra Berlian Diduga Rugikan Masyarakat dan Keuangan Negara

Berita Utama62 Dilihat
banner 468x60

KabarGarut,-

PROYEK pembangunan saluran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut yang pengerjaan dilakukan oleh PT Ayudia Putera Berlian diduga menuai banyak masalah.

banner 336x280

Selama proses pengerjaan SPAM berlangsung, muncul berbagai keluhan dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh adanya proyek tersebut. Terlebih, sistim pengerjaannya banyak dilakukan secara manual, tentu hal itu bertolak belakang dengan perencanaan awal, maka dari itu kerjaannya berpotensi merugikan keuangan negara.

Menurut keterangan dari Ketua RW 01, semenjak PT Ayudia Putera Berlian mengerjakan proyek SPAM di wilayah itu, dirinya kerap mendapat banyak laporan dan keluhan dari warga yang merasa terganggu oleh adanya pekerjaan yang terkesan kurang profesional.

“Setiap hari saya sering didatangi warga yang mengeluhkan limbah tanah dari galian manual perkerjaan yang menutupi saluran air rumah mereka. Akibat tertutup oleh tanah bekas galian, saluran pembuangan limbah rumah tangga di lingkungan kami tersendat hingga timbul genangan-genangan air yang mengeluarkan bau tak sedap, dan bahkan muncul jentik-jentik nyamuk di genangan air tersebut,” terangnya.

Selain itu, tanah bekas galian yang lama tak dirapihkan telah menimbulkan polusi udara dan akses jalan yang menyempit, yang hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat saja. Bahkan akibat minimnya rambu peringatan di lokasi pekerjaan, telah menyebabkan warga pengendara motor terperosok masuk ke dalam lubang galian hingga mengalami luka-luka.

Terkait praduga adanya unsur kelalaian dan pengerjaan yang tidak sesuai dari proyek SPAM itu, Pelaksana Lapangan PT Ayudia, Abdul saat dikorfirmasi awak media di rumah temannya yang berada di kawasan desa jayaraga, berdalih bahwa pengerjaannya proyek tersebut sudah sesuai spek. “Pekerjaan boring pipa 8 inci untuk daerah wanaraja sudah sesuai spesifikasi yang ditentukan, yakni dengan kedalaman 70 cm,” ungkapnya.

Adapun fit boringnya banyak, kata Abdul, karena menyesuaikan dengan kondisi tanah disana yang banyak bebatuan sehingga menyulitkan pekerja kami dalam pelaksanaan pemboringan kerlitnya.

“Sedangkan untuk kondisi lubang galian yang lama terbuka, itu lebih diakibatkan oleh keterlambatan dari pendistribusian pipa yang dipesan. Pengirimannya alami keterlambatan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kisruh proyek SPAM Wanaraja ini, Aktivis Pemerhati Pembangunan Garut, Zulkarnain turut angkat bicara. Menurutnya, PT Ayudya Putera Berlian sebagai pihak pengusaha yang bertanggung jawab atas proyek SPAM Wanaraja seharusnya sejak awal sudah punya planning yang matang dalam mengantisipasi segala dampak yang ditimbulkan pekerjaannya.

“Paling tidak, bisa meminimalisir lah. Jangan sampai merugikan masyarakat di sekitarnya, baik itu menyangkut sanitasi maupun keselamatannya. Saya jadi heran, perusahaan itu kan katanya sudah berpengalaman soal saluran SPAM, bahkan track recordnya bukan kali ini saja menangani proyek-proyek semacam itu, saya curiga jangan-jangan informasinya benar bahwa perusahaan konstruksi asal Bogor tersebut sebatas dipinjam bendera saja oleh seorang Bacaleg Garut yang dapat jatah proyekan dari hasil kongkalikong dengan oknum pejabat Garut,” ujarnya.

Zulkarnain juga menyebut soal proses pengerjaan SPAM yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan awal di RAB pekerjaan. Jika ditelaah, harusnya pengerjaan SPAM itu tak seluruhnya dikerjakan secara manual. Ini kan lain, yang terjadi malah sebaliknya, hampir semua kerjaan dilakukan manual.

“Ini keliru, karena bisa jadi efeknya hanya akan merugikan keuangan negara saja, yaa akibat cara kerjanya tak sesuai dengan perencanaan di awal. Dan jangan salah pekerjaan kayak gitu bisa dipidanakan, apabila kita adukan ke pihak APH, apalagi sangat jelas faktanya, masyarakat disitu ada yang dirugikan dan bahkan sampai ada yang celaka akibat proyek tersebut.

Zulkarnain juga menyayangkan peran PPK dinas terkait ? Kok seakan-akan seperti kambing congek, seolah sengaja membiarkan proyek itu berjalan begitu saja tanpa adanya controling yang jelas, “Atau mungkin saja PPK nya itu tak bisa berbuat apa-apa karena mulutnya telah disumpal oleh rupiah,” pungkasnya.

TIM

banner 336x280