BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami Gempa M 5,1 Guncang Pacitan

Berita22 Dilihat
banner 468x60

Gempa berkekuatan M 5,1 mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Senin (22/4/2024) pukul 18.10 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa terkini berlokasi di 9,11 LS dan 111,31 BT, sekitar 105 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer. “Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.

banner 336x280

Antisipasi Gempa Bumi Berikut yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi, seperti dikutip laman BMKG: Sebelum terjadi gempa Pastikan bahwa struktur dan letak rumah dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi.

Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan agar terhindar dari bahaya gempa bumi. Kenali lingkungan tempat bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung. Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi. Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi. Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat gempa Jika berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja,

cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka:

Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar seperti gedung, tiang listrik, pohon.

Perhatikan tempat berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah. Jika sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

Jika tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami. Jika tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran. Setelah gempa Jika berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada atau sekitar.

Periksa lingkungan sekitar. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan. Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada. Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya. Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi. Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa.

Sumber :KOMPAS.com

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *